queenpella

Archive for the ‘slide’ Category

Dan hilang

In slide on May 23, 2011 at 12:15 pm

Diam. Hening. Adalah sebuah jawaban tidak.

Aku tahu tidak akan bisa selalu bersamamu. Tapi tidak secepat ini. Tidak secepat senja berubah warna.

Saat kamu melepas pelukan. Aku tahu benar-benar akan kehilangan.

Lalu akan kuhabiskan sisa waktu, entah berapa senja, hanya untuk mengenangmu. Kemudian akan kususuri, entah berapa jarak malam, hanya untuk merindumu.
Bahkan aku baru tahu jika perih itu begitu sesak. Mendesak air mata tertumpah dari tempatnya bermuara.

Dan aku hanya bisa melihatmu menjauh, hilang ditelan malam. Tanpa pernah membalik badan untukku. Takkan pernah ada untukku.

-capella-

Kelabu

In slide on May 22, 2011 at 2:44 pm

Tentu aku tidak baik baik saja sekalipun memilikinya. Lebih dari 365 senja kuhabiskan tanpa kata dalam pelukannya.

Aku menikmati kopi original saat hujan dan menelusur trans Jakarta, mencoba menghadirkanmu di sana.

Aku terluka, kau juga, begitu pun dia

Maafkan aku, telah mewarnai kelabu hatimu

-queeny-

Tak pernah terganti

In slide on May 21, 2011 at 1:36 am

Senja, aku menggantungkan harap ini padamu.

Ketika pertama kau memepertemukan kami. Saat itu aku yakin, bahwa aku telah ditakdirkan untuk bersamanya, siapa pun pria yang sedang berada disampingnya.

Aku memutuskan untuk bertanya tentang hal yang akan memberi nama pada ikatan kita.

Kamu hanya merebahkan diri dalam pelukku. Tanpa kata. Tanpa suara. Hanya berharap senja selalu ada, tak pernah terganti malam.

Apakah itu berarti kamu mau, bersamaku?

-capella-

Diam

In slide on May 20, 2011 at 12:48 am

Tidak sedang mengenangmu saat kuhabiskan ribuan detik termangu di taman ini, pada sebuah kursi kayu tua yang sama pernah menemani kita mengakhiri senja.

Bagaimana bisa aku mengutarakan pilihan kata yang telah kupersiapkan, pada kenyataannya saat itu kau yang membuatku terkejut dengan pertanyaanmu.

Maka pada senja yang sama merah seperti awal pertemuan kita, kurebahkan diri di pelukmu. Tanpa kata menikmati senja, menikmati kita.

-queeny-

Maukah?

In slide on May 19, 2011 at 11:47 am

Aku ingat apa janjiku, untuk tak akan pernah menempatkanmu pada situasi seperti ini saat meminta mu memilih.

Mungkin selamanya aku hanya akan menjadi senjamu. Memiliki tak pernah lebih lama dari serpihan jingga.

Aku ingin lebih leluasa mencintaimu. Menunjukkan seperti apa rasa yang kupunya. Memelukmu seerat mungkin. Mungkinkah?

Maka pada senja ini, senja merah sama yang juga mempertemukan kita. Aku akan mempertanyakan satu hal padamu.

Maukah kau memilihku, tidak hanya untuk melewati sepotong senja dalam harimu. Tapi juga siang dan malammu.

Maukah?

-capella-

Ganda

In slide on May 18, 2011 at 12:41 am

“Maaf, jangan sms dulu. Aku sedang bersamanya”
Text message sent

Kupalingkan wajah darinya, sedikit menengadahkan kepala menahan buliran air mata. Entah untuk yang keberapa kali, aku tahu siang itu aku menyakitimu lagi. Dan menyakiti dia yang tersenyum teduh di depanku.

Aku memperoleh kebahagian ganda dengan mencintai kalian berdua, mencintai yang juga menyakiti.

Betapa aku iri pada bulan, ia mampu berputar mengelilingi bumi dan matahari. Tidak seperti aku yang terengah di antara kau dan dia.

Maka pada senja yang sama merah seperti awal pertemuan kita, telah kuutarakan sebuah keputusan.

-queeny-

Bertaruh

In slide on May 17, 2011 at 3:43 pm

“Bisa kita bertemu? kangen.”

Aku memencet tombol kirim. Membayangkan kamu akan membacanya sambil tersenyum, dengan cepat  mengetik balasan.

“Tentu, aku juga kangen. ”

Lagi-lagi aku disadarkan. Sampai kapan pun takkan pernah merajai sedikit pun tempat di hatimu. Aku hanya bisa mencintai tanpa ada harapan kamu mau bertaruh mencintaiku. Meninggalkan pria itu untukku, pernahkah itu terlintas dalam pikirmu? Sedikit saja? Walau setelah itu kamu akan membuangnya jauh-jauh.

“Maaf, jangan sms dulu. Aku sedang bersamanya.”

Singkat saja, kamu membuatku hancur dengan segala hati yang kupertaruhkan dalam permainan ini.

-capella-

Puzzle

In slide on May 16, 2011 at 12:25 am

Aku hanya tahu bahwa aku menyukaimu, menyukai waktu yang kuhamburkan bersamamu, menyukai wangi pahit kopi originalmu, menyukai sorot matamu yang memujaku, menyukai hela nafas cemburumu, menyukaimu yang tak pernah menuntut nama pada kebersamaan kita.

Aku tidak tahu apakah semua itu adalah kesalahan atau kepingan puzzle kehidupan yang menyempurnakan.

I could never predict the future and would never promise you forever” pada sepotong malam dalam rengkuhmu.

-queeny-

Februari

In slide on May 15, 2011 at 2:06 am

Minggu sore. 6 februari 2011. Aku sengaja datang ke tempat kita biasa menghabiskan waktu dengan bergelas-gelas coklat panas dan kopi original.

Waktu selalu cepat berlalu ya? Setiap aku mendengar celoteh dan tawamu. Lalu dengan leluasa aku bisa berlama-lama memandangi matamu. Sampai kau kemudian tesadar lalu membulatkan mata coklatmu.

“Kenapa?” Tanyamu.

Aku hanya bisa diam. Tak bisa merangkai kata sesempurna semua indahmu.

-capella-c

Gravity

In slide on May 14, 2011 at 7:01 am

Bagiku kau adalah gravitasi
Betapa pun aku berusaha menjauh kau akan menarikku kembali menuju padamu.

Siang kedua dari perjanjian kita untuk tidak saling menyapa. Messengermu yang menyala sungguh menyiksaku. Sedang apa kau? Tak bisakah kita batalkan saja perjanjian yang akan sia – sia ini?

Seharian dari balik kubikal, yang kulakukan hanyalah menatap nanar pada layar. Mengharap kau akan menyapaku lebih dulu melalui jendela maya itu.

Sesaat selularku bernyanyi – Sara Bareilles : Gravity.

“Sedang apa? Messengermu busy”

Dan aku kembali, menuju padamu

-queeny-