queenpella

Utuh

In Uncategorized on October 11, 2011 at 1:19 pm

Apa kau percaya, kadang semesta bersekutu untuk membuatmu terpaksa memunguti kenangan? Merangkainya dengan pedih yang masih tertinggal lekat, lalu dipaksa harus menikmati itu semua. Apa kau percaya?

Pukul 19.20, jalanan seperti enggan diajak kompromi. Hujan deras membuatnya sempurna. Antrian kendaraan dan genangan air di mana-mana. Dingin.

Aditya lalu membelokkan kendaraan ke arah Kemang. Ia memutuskan mampir di Amor Cafe. Sepi. Semua orang sepertinya tengah berjibaku dengan kemacetan ibukota. Aditya masuk lalu tersenyum pada para pelayan cafe yang sudah cukup mengenalnya.
Ada perasaan lega ketika ia menghempaskan tubuh lelahnya di sofa sudut berwarna gading. Tanpa perlu membolak-balik daftar menu, ia sudah tahu apa yang mau dipesannya. Satu gelas hot chocolate.

Cafe. Hujan. Alun lagu. Segelas hot chocolate. Tidak ada yang jauh lebih sempurna dari itu. Tapi Aditya mungkin lupa. Jika keempat hal tersebut bisa menjadi sesuatu yang paling ampuh membangkitkan kenangan. Apalagi ketika lagu yang mengalun kemudian berganti. Aditya tentu tidak pernah menyangka, jika sebuah lagu mampu membangkitkan ingatan masa lalu sebegitu kuatnya.

Semakin kuingkari, semakin kumengerti
Hidup ini tak lengkap tanpamu
Aku mengaku bisa
Tapi hati tak bisa*

Ingatan Aditya melompat satu-satu. Lagu itu seolah membuat ruangan tiba-tiba dipenuhi kenangan. Aditya sampai sesak karenanya. Lalu samar, muncul sebuah wajah yang belakangan hampir saja ia lupakan. Meiva.

Tidak ada yang salah dengan Aditya dan Meiva. Mereka adalah sahabat yang pertama dipertemukan ketika masa orientasi di Sekolah Menengah Atas. Aditya ingat, di hari pertama masa orientasi, para siswa perempuan diharuskan mengepang rambutnya sesuai dengan tanggal lahir mereka. Maka seketika ia menahan tawa ketika Meiva datang dengan begitu banyak kepangan kecil-kecil di kepalanya, yang setelahnya diketahui bahwa Meiva lahir pada tanggal 20. 20 Agustus lebih tepatnya.

Sejak itu mereka dekat. Tidak ada yang salah dengan hubungan mereka. Tidak sampai kemudian Aditya merasa ada yang berbeda di setiap ia bersama Meiva. Tawa yang selalu terdengar riang, senyum yang mampu membuat lelahnya berkurang, dan cerita-cerita unik Meiva mengenai alam semesta.

“Kalau misalnya kelak kita bisa bereinkarnasi, dan boleh milih. Kamu mau jadi apa, Va?”

“Sirius, Dit. Bintang paling terang di rasi Canis Major.”

“Mana ada orang yang mau bereinkarnasi jadi bintang.” Aditya tertawa sekencang-kencangnya.

Dan selayak bintang, seperti itulah pesona Meiva berpendar-pendar mengelilinginya. Aditya ingin menyentuhnya. Mengambil bintang itu lalu membuat ia nyaman dalam genggaman tangan. Tapi tentu kau tahu, sekuat apa pun kita menggenggam, sinarnya akan tetap ke luar memancar dari sela jemarimu.

Aditya selalu berjaga. Berjaga dari perasaannya yang selalu ingin memiliki Meiva. Ia hanya takut Meiva menjauh jika mengetahui semua ini. Hingga lalu ia mendengar kabar bahwa Meiva tengah dekat dengan seseorang. Seorang pria yang juga dikenalnya.

Sesungguhnya aku berpura-pura
Relakan kau pilih cinta yang kau mau
Sesungguhnya aku tak pernah rela
Karena ku yang bisa membuat hatimu utuh*

Sejak saat itu Meiva terlihat menjauh. Dan Aditya dipaksa menahan pedih sendiri. Tidak ada yang lebih menyakitkan dari pada harus melihat seseorang yang kau sayangi menjauh, terlebih dimiliki orang lain.

Aditya tersadar dari lamunannya. Matanya tertuju pada pintu cafe yang hampir terbuka penuh. Dari sudut tempatnya duduk, ia bisa melihat seorang wanita datang ditemani prianya.
Meiva.

Seketika ia melihat segalanya serupa abu. Gelap seperti langit yang menahan hujan. Dan rindu yang meluap-luap akibat hasil persekutuan dengan kenangan tadi lalu terbang menjauhinya. Hatinya seketika sesak. Ada yang belum hilang. Masih ada yang ingin tinggal. Cinta dalam kenangannya.

*) Tangga – Utuh

-capella-

  1. Lahirnya koq sama kaya akoh :”>

  2. Astaga… Amor Cafe?
    Nama yang luar biasa utk sebuah kafe…

  3. Tinggallah aditya sendiri…
    Dalam sepi… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: