queenpella

Saat Bahagia

In song on June 1, 2011 at 12:56 am

Kali ke tiga ruang tunggu Soetta terminal satu c, kelamaan aku hafal detail tempat ini. Deret kursi diagonal dengan nuansa merah hijau, counter informasi di pojok kanan ruangan, restroom monosex dan mushola mengapit jalur masuk menuju landasan juga hati ku yang selalu berdebar lebih cepat.

kuhirup dalam udara ruang tunggu yang wangi rindu, menyebutkan nama mu memastikan partikel nya tersimpan dalam paru paru mengendap disana kemudian menyusuri tubuh ku lewat hemoglobin dalam darah. Tiga puluh lima menit sebelum boarding kuhubungkan selular ku pada mu, hanya ingin memastikan kau akan ada disana menyambut ku

Hujan gemericik saat soetta melepas burung besi yang kutumpangi, gemericik seperti riuh riang nada hati. Saat ini langit memang tidak sedang merah muda, ia kelabu. Tapi potongan gambarmu dalam memori ku mampu menyulap langit sewarna merah muda. kamu – laki laki yang akan terus memenuhi ruang hatiku. Dan jarak, tadinya aku berfikir bahwa jarak akan memudarkan yang terjalin diantara kita. Nyatanya tidak, jarak justru membuat kita semakin mengerti. Bahwa aku, kau – kita saling mengisi.

Aku mulai menyukai Soekarno-Hatta dan Adi Sucipto yang wangi rindu, ketukan halus jemari ku menghitung detik menuju mu, ritme hati yang lebih cepat melaju ketika retinaku menangkap bayang mu, juga bias semu merah di pipi saat aku mendekap mu

Kali ini jogya dan Jakarta memang bersaudara, satu hati seperti kita. Aspal landasan yang menghitam dan tetes air di jendela, Hujan sama gemericik menemani ku landing. Tak kutemui sosok mu, bergegas kutarik kotak baju menuju luar ruang tunggu. Sederet taxi hijau tua berlomba mendapatkan penumpangya. Ndak pak, saya dijemput

Kubiarkan waktu bermain dengan rindu. Bersandar pada dinding selasar kecil adi sucipto. Mendengarkan nada gelisah yang dimainkan hujan. Memutar ulang rekaman gambar mu dalam ingatan, menanti saat bahagia ku datang.

Bertaruh dengan hati bahwa kau tidak akan membiarkan aku menunggu lama.

Dan disanalah kamu, laki laki yang memahatkan lengkum senyum di bibirku. Melambaikan tangan berlari lari kecil dibasahi hujan – menuju ku. Kamu tersenyum, aku tertawa.

Serupa hangat menjalari tubuh kita, menjadikan saat bahagia

-queeny-

  1. keren banget kata2nya dalem…

  2. tenkiu, rajin rajin mampir ya

    😉

  3. kata”nya indah sekali.. membuat hati saya sakit, merasakan rindu teringat almarhum suamiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: